Tanggap thd ayat-ayat AlQuran

AlQuran barangkali dapat diibaratkan status dari Sang Pencipta Alam. Yang barangkali. diharapkan oleh Sang Pencipta Alam agar ditanggapin oleh manusia, baik dengan like atau komentar/tanggapan atau respon. Barangkali, jika semakin ditanggapi secara positif, maka Sang Pencipta Alam akan semakin senang.

Berbagai tanggapan, kritik dan saran dari orang lain, sering kali ditanggapi secara reaktif dan cepat bahkan emosional. Baik di dunia virtual, sepeti di jejaring sosial facebook, atau di alam nyata. Padahal AlQuran itu jika dicermati, perlu kiranya untuk diberikan tanggapan, komentar, like dan saran atau apapun namanya agar manusia responsif atau peka terhadap ayat-ayat AlQuran. Bentuk responsif terhadap ayat-ayat AlQuran misalnya segera tanggap, memberi tanggapan, banyak dibaca berulang-ulang, ditakuti, ditangisi atau ditanggapin apapun bentuknya. Tetapi yang menjadi pertanyaan adalah sejauhmana manusia responsif terhadap ayat-ayat AlQuran. Haruskah ayat-ayat AlQuran dicuwekin, sementara kata-kata orang di facebook misalnya, ditanggapi dan dibaca berulang-ulang dengan mengabaikan status sebuah kitab suci yang sangat mulia sekali yang namanya AlQuran.
Status Tuhan dalam kitab suci AlQuran perlulah untuk dibaca, ditanggapin, diulang-ulang, dibuka tutup sesering mungkin seperti layaknya orang pada facebookan atau apapun namanya.
Barangkali seperti itulah menanggapi dan responsif terhadap status Sang Pencipta Alam, semoga 4JJI meridhoi. Amin

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: