Jangan sampai kehilangan kontak dengan Pencipta Alam

Pencipta Alam merupakan Zat yang membuat, mengatur dan menjaga alam semesta berikut seluruh isinya. Tentu merupakan Zat yang sangat hebat dan luar biasa sekali yang menciptakan alam semesta ini. Bagaimana tidak hebat, alam raya yang luasnya tidak dapat diketahui oleh manusia inipun dapat terjadi dan terjaga sesuai yang ada pada saat sekarang ini.
Selain itu, yang namanya Pencipta Alam Semesta inipun merupakan penentu kehidupan umat manusia. Apakah manusia akan mendapatkan azab atau tidak, apakah manusia akan hidup atau tidak, dan banyak sekali yang dapat dilakukan oleh pencipta alam semesta ini.
Kita sebagai manusia sudah semestinya akan rugi sekali jika kehilangan kontak dengan Pencipta Alam. Oleh karena itu, jangan sampai kita kehilangan kontak dengan zat yang maha luar biasa sekali ini yang namanya sering disebut dengan panggilan Allah.

Iklan

Hidup harus tertib

Orang harus selalu tertib dalam segala hal. Baik tertib dalam menggunakan waktu maupun menggunakan barang. Tertib disini juga mencakup tertib dalam menggunakan otak, fikiran dan tubuh yang diberikan oleh Allah. Kegagalan manusia dalam melaksanakan ketertiban seperti ini hanya akan menghancurkan diri mereka sendiri, atau paling tidak akan merugikan diri mereka sendiri.
Oleh karena itu, jangan sampai kita sebagai makhluk ciptaan Allah ini tidak tertib. Karena ketidak tertiban ini barangkali akan menjadi hambatan dalam mengoptimalkan dalam proses mendekatkan diri kepada pencipta alam semesta.
Allah telah mengajarkan manusia untuk tertib dalam menghadap kepada NYA. Seperti waktu-waktu sholat, puasa dan haji. Dan semuanya dihitung dengan rapi jumlahnya dan aturannya. Hal ini dapat menunjukkan bahwa Allah mengajarkan dan menganjurkan ketertiban dalam segala aspek kehidupan manusia.

Membaca AlQuran

Jika kita mampu membaca AlQuran hingga sampai menangis, merinding, bergetar, takut dan sangat hormat kepada Allah, maka taraf membaca AlQuran kita telah mencapai tingkat yang tertinggi. Itulah yang harus manusia kejar dalam wujudkan dan cita-citakan dalam membaca AlQuran.
Tidaklak mudah untuk mencapai kondisi seperti itu. Rahmat Allah yang besar saja yang akan membantu manusia mencapai kondisi seperti itu. Dan rahmat Allah yang besar tersebut tidak mungkin akan datang dengan sekonyong-konyong jika tidak diusahakan dengan sungguh-sungguh oleh manusia yang akan menerimanya.
Oleh karena itu, kita-kita sebagai manusia harus selalu berusaha keras agar kondisi terbaik dan pencapaian derajat tertinggi dalam membaca AlQuran tersebut tercapai. Hanya usaha dan doa yang bisa kita lakukan, hasilnya kita pasrahkan kepada Zat yang Maha Adil dan Zat yang tidak akan salah dalam memberikan upah kepada hamba-hambanya.

Jangan sampai sembarangan dalam melangkangkah

Di dunia ini, manusia hidup cuma sekali. Dan banyak orang Jawa mengatakan bahwa dunia sebagai tempat mampir NGOMBE (minum). Padahal kalo benar-benar kita perhatikan AlQuran mengenai kehidupan di dunia ini, maka dapat dikatakan bahwa hidup di dunia adalah kehidupan penentu untuk menentukan apa yang akan kita dapatkan dimasa depan. Oleh karena itu, jangan sampai kita sembarangan dan tidak teliti dalam menjalani kehidupan di dunia ini, atau hanya sekedar mampir ngombe. Karena kalo gagal akibatnya akan fatal, dan akan menjadi sesalan yang tiada habis-habisnya.
Kita sebagai manusia yang ingin sukses dalam kehidupan sekarang (kehidupan dunia) dan kehidupan di masa mendatang (kehidupan akherat), kita harus selalu berusaha keras dan menjadikan dunia sebagai pijakan untuk melocat ke tempat yang paling terhormat, baik di dunia maupun nanti di akherat kelak.
Oleh karena itu marilah kita serius dan berusaha keras untuk belajar dan beramal yang terbaik terhadap apa yang harus kita lakukan di dunia ini, agar kita mampu menempati tempat yang terhormat. Untuk menempati posisi terhormat selama di dunia ini, teorinya sangat sederhana, jadikan Pencipta Alam Semesta ini sebagai satu-satunya penolong.
Dan marilah kita jadikan pesan-pesan yang disampaikan oleh Pencipta Alam Semesta yang berupa AlQuran ini sebagai panduan dalam belajar dan beramal yang terbaik selama hidup di dunia ini serta panduan dalam mencari dan meminta pertolongan dari Pencipta Alam Semesta.

Posisi dan tingkatan orang Islam

Posisi dan tingkat orang Islam dalam kehidupan di dunia ini adalah

posisi pada tingkat

  1. memahami AlQuran
  2. meyakini dan membuktikan kebenaran AlQuran
  3. mengimplementasi dan menjalankan petunjuk yang ada dalam AlQuran
    1. Dilakukan untuk memenuhi kewajiban dan aturan dari AlQuran
    2. Dilakukan karena ingin mengabdi

                                                               i.      Pengabdian dengan permintaan balasan

                                                             ii.      Pengabdian dengan keichlasan

                                                            iii.      Pengabdian dilakukan hati-hati

                                                           iv.      Takut salah dalam mengabdi

Urutan tertinggi tentunya, menurut saya, adalah tingkatan taqwa yaitu tingkatan takut ada kesalahan dalam berbakti kepada Allah, yaitu pada urutan nomor 3.2.iv. Seorang semakin memiliki keinginan untuk melakukan zero defect dalam berbakti kepada Allah, orang tersebut taqwanya kepada Allah akan semakin tinggi.

Bacalah AlQuran dengan Benar dan Tepat

Akankah manusia tetap membaca AlQuran dengan tidak ada perasaan takut sama sekali, padahal jika AlQuran diturunkan kepada Gunung, maka gunung itu menunduk kemudian membelah karena takut kepada Allah.
Jika manusia tetap membaca AlQuran dengan tidak ada perasaan takut sama sekali, memang manusia merupakan makhluk yang bodoh, yang tidak tahu dan tidak mau menggunakan akalnya untuk memikirkan hal-hal yang seharus manusia pikirkan.
Oleh karena itu, pelajarilah AlQuran dengan sebaik-baiknya, selengkap-lengkapnya dan sesempurna-sempurnanya. Agar supaya manusia mendapat pengatahuan yang benar dan mendapat rahmat dan hidayah yang benar. Karena hanya dengan kesungguhan untuk menghadiri pertemuan dengan Tuhan Pencipta Alam semestalah, pertemuan dengan pencipta alam ini dapat dilakukan dengan optimal dan sempurna.

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمـَنِ الرَّحِيمِ

Yang artinya Dengan nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

Makna dari بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمـَنِ الرَّحِيمِ ini tentu tidak dapat diungkapkan dengan sebuah kalimat seperti itu. Makna dari kata bismillah ini jika didalami akan memiliki makna yang sangat luar biasa. Memiliki makna yang mampu mengetarkan hati, jiwa dan raga. Membuat kita merasakan betapa hebatnya Allah, dan betapa kita ini terlampau banyak berhutang budi kepada Pencipta Alam yaitu Allah.

Cobalah renungkan disekitar kita, bulan, bintang dan matahari semuanya dengan luar biasa diakrobatkan sedemikian rupa, sehingga kita sendiri pasti bingung teknologi apa yang digunakan oleh Allah untuk melakukan akrobat seperti ini. Selain itu, makanan yang ada disekitar kita, bukankah beberapa bulan  lalu belum ada, dan sekarang baru terwujud yang kita sendiri berlepas diri terhadap pertumbuhan makanan tersebut, ambil sebagai contoh saja pisang dan kelapa yang biasa kita jadikan sebagai minyak goring. Manusia sama sekali berperan sangat tidak ada jika dibandingkan peran Allah terhadap pengadaan makanan yang ada disekitar kita.

Ya Allah, betapa Engkau itu luar biasa sekali, dan betapa Engkau itu baik sekali terhadap manusia-manusia di muka bumi ini.