Jangan Males untuk sujud kepada Allah

Males atau enggan berbuat yang terbaik dan mengikuti perintah Allah sangat dilaknat oleh Allah. Buktinya adalah iblis. Iblis merupakan makhluk yang males atau enggan untuk sujud kepada Adam. Iblis merasa dirinya lebih baik dari Adam. Keenganan untuk melakukan yang terbaik dan mengikuti perintah Allah, agar sujud kepada Adam, seperti ini sangat dimurkai oleh Allah. Terbukti bahwa malaikat yang bernama iblispun dijatuhi hukuman laknat oleh Allah akibat tidak mau atau enggan untuk mengikuti perintah Allah untuk sujud kepada Adam serta diikuti dengan rasa sombong bahwa iblis merasa lebih baik dari Adam.
Kita-kita sebagai manusia jangan sampai enggan atau males untuk melakukan perintah Tuhan, apalagi perintah untuk sujud kepada NYA. Kalo dilihat, iblis dahulunya adalah malaikat. Tentunya malaikat itu selalu sujud dan mesucikan nama Allah. Tetapi gara-gara tidak mau mengikuti perintah Allah untuk sujud kepada Adam dan merasa dirinya lebih baik dari Adam, maka kutukan berat langsung datang dari Allah.
Saya tidak bisa membayangkan, bagaimana kemurkaan Allah dikala manusia enggan untuk dipanggil sujud kepada NYA. Padahal dikala ada makhluk Allah, berupa malaikat, yang namanya iblis disuruh sujud kepada Adam tetapi menolak saja, Allah langsung murka. Apalagi jika ada makhluk Allah, yang bernama manusia, disuruh sujud kepada NYA, tetapi menolak untuk melakukannya dan merasa dirinya besar atau punya urusan besar, tentu tidak terbayang kemurkaan Allah.

Iklan

Amanah itu diberikan kepada manusia

Memang jika dilihat dari tanggung jawab, manusia merupakan makhluk yang diberi amanat untuk mengemban tugas berat. Jika amanat tersebut tidak dijalankan, maka yang memberi amanat pasti akan marah-marah. Manusia harus menjalankan amanat dengan sebaik-baiknya. Amanat yang ada di dunia ini telah diberikan Allah kepada manusia. Oleh karena itu, jika manusia tersebut tidak amanah dan tidak menyelesaikan tugas dengan sebaik-baiknya maka manusia tersebut pasti akan dimarahi oleh pencipa alam semesta.
Dahulu amanat diberikan kepada gunung, tetapi gunung menolak, dan akhirnya amanat diberikan kepada manusia, dan manusia mau menerimanya … memang manusia itu merupakan makhluk yang bodoh. Amanat itu berat sekali, karena pemberi amanatnya adalah pencipta alam semesta. Dan amanat ini oleh pencipta alam akan ditanyakan. Bagi manusia yang tidak mampu untuk mempertanggung jawabkan amanah pasti akan menjadi sesalan bagi manusia yang menghianatinya. Oleh karena itu, marilah kita jalankan amanah tuhan ini dengan sebaik-baiknya, jangan sampai amanah ini kita sia-siakan dan jangan membuat pencipta alam murka kepada manusia akibat dari manusia tidak menjalankan amanah sesuai dengan perintah dari Pencipta Alam Semesta.

Merenung

setiap hari manusia harus selalu merenungi tentang pelajaran apa yang didapatkan pada hari ini. Alangkah ruginya jika manusia tidak mendapatkan pelajaran pada hari ini, dan tidak melakukan perbuatan yang menyebabkan pada hari manusia tersebut tidak lebih baik dari kemarin-kemarin. Kita sebagai manusia harus selalu merenungi dan berfikir keras akan pelajaran apa yang dapat dipetik disetiap saat dan setiap waktu.
Adapun jika manusia tidak mampu untuk mengambil pelajaran, maka perbuatan terbaik yang harus dilakukannya adalah memohon ampun kepada Allah diikuti dengan memohon petunjuk agar ditunjukkan kepada jalan orang-orang yang punya pendirian teguh dan diberi rahmat oleh Pencipta Alam. Serta manusia harus selalu memohon perlindungan kepada Pencipta Alam agar dijauhkan dari bisikan setan dan agar dijauhkan dari setan yang sangat terkutuk.

Harus mampu melihat persoalan yang rumit menjadi persoalan sederhana

Kemampuan seseorang tentu berbeda-beda dalam menghadapi permasalahan yang ada di dunia ini. Orang akan beruntung sekali dalam hidupnya jika mampu melihat persoalan yang rumit menjadi persoalan yang sederhana. Untuk merubah pandangan persoalan yang rumit menjadi sederhana ini tidaklah mudah. Diperlukan alat, cara dan strategi untuk merubah persoalan yang rumit menjadi persoalan yang sederhana.

Setiap manusia harus bekerja keras untuk selalu belajar agar mampu untuk melihat persoalan yang rumit menjadi persoalan yang sederhana. Dan manusia harus pula punya strategi dan cara tersendiri dalam merubah persoalan yang rumit menjadi sederhana. Salah satu caranya adalah dengan melihat persoalan dalam suatu objek-objek kelompok, dan tidak melihat persoalan dalam kaca mata detail dan rinci. Jika manusia semakin detail dalam melihat dunia, maka dunianya akan semakin sempit, dan persoalan yang diselesaikannyapun juga semakin kecil dan sempit.

Untuk persolan-persolan yang sudah terlampu detail harus diserahkan kepada orang yang telah berpengalaman dalam bidang itu. Jangan sampai kita ikut-ikutan terlibat dalam persoalan yang detail seperti itu, kecuali jika pekerjaan sehari-hari kita dan lingkungan kita memang harus melihatkan hal tersebut.

Sebagai manusia beragama, pekerjaan detail kita yang harus kita geluti adalah mendekatkan diri, mengabdi, dan mentaati perintah dari Pencipta Alam Semesta. Dalam pendekatan diri, pengabdian dan ketataatan kepada Pencipta Alam ini, kita sebagai manusia yang beragama dan taqwa harus benar-benar detail dan ahli. Adapun untuk bidang-bidang lainnya, kita mestinya tinggal memanfaatkan saja, dan tidak usah terlibat secara lebih jauh, kecuali jika semakin dekat kepada Pencipta Alam Semesta.

 

Sudah semestinya manusia selalu memohon ampun kepada Pencipta Alam Semesta

Manusia pasti tidak akan luput dari salah dan dosa, karena memang seperti itulah kondisinya jika kita tinggal di dunia. Seperti contohnya jika kita pergi ke kantor. Nampaknya kepergian kita kekantor tersebut membuat amalan, tetapi pertanyaannya adakah kepergian ke kantor tersebut merupakan amal ibadah murni ataukah diikuti dengan banyak cacat dan bolong-bolong dengan salah dan dosa.
Apa salah atau hal-hal yang merugikan yang harus terjadi jika kita membuat suatu amalan. Untuk membuat amalan pasti akan diikuti dengan membuat kerugian ditempat lain. Seperti inilah kondisi yang harus dihadapi oleh manusia dalam membuat atau melakukan amalan. Oleh karena itu, manusia tidak boleh sombong dalam berbuat kebaikan. Karena dalam kebaikan yang dibuatnya tersebut pasti diikuti dengan keburukan. Oleh karena itu, setelah berbuat kebaikan, maka jangan lupa untuk meminta ampunan kepada Pencipta dan Pemilik alam semesta ini yaitu Allah akan keburukan yang ditimbulkan atau harus terjadi selama membuat dan melakukan amal sholeh.
Salah dan dosa yang terjadi selama manusia berbuat kebaikan tersebut ditujukan agar manusia selalu dekat kepada Allah, dan agar manusia selalu diingatkan agar selalu memohon ampunan Allah. Astagfirullah.

Menjadikan permasalahan yang ada pada diri kita, sebagai wahana untuk mendekatkan diri kepada Allah

Manusia selama hidup di dunia ini memang harus selalu meminta pertolongan kepada Pencipta Alam semesta. Saya sudah mengalami banyak sekali pengalaman yang memperlihatkan, menunjukkan dan membuktikan bahwa hidup tanpa pertolongan dari Pencipta Alam Semesta akan menyulitkan sekali. Dan dampaknya akan sangat terasa sekali bahwa hidup tanpa pertolongan Allah terasa sangat berat sekali.
Tetapi jika Allah sudah menolong kita, apapun sulitnya di dunia ini akan terasa ringan, dan kita tidak akan merasakan kesulitan, kesedian dan perasaan duka cita sama sekali. Semuan persoalan dihadapi dan dijalani dengan enteng.
Nah, sekarang yang menjadi pertanyaan adalah sejauh mana kita-kita sebagai umat manusia dalam bersungguh-sungguh menjadikan Allah sebagai penolong tunggal, dengan mengembalikan semua permasalahan yang dihadapi oleh manusia untuk dikembalikan kepada yang memberikan masalah yaitu Pencipta Alam berikut seluruh isinya. Bukankah semua milik Allah dan semuanya sudah semestinya harus dikembalikan kepada Allah.
Persoalan yang dialami manusia tentu Allah lah yang mendatangkan, dan tentu Allah pulalah yang pasti akan tahu solusi terbaiknya. Mengapa kita tidak selalu meminta pertolongan kepada Allah, Mudah-mudahan Allah akan memberikan pertolongan kepada kita-kita.

Penentu kehidupan adalah Allah, manusia hanya diberi tugas untuk Beribadah kepada Allah

Kita-kita sebagai manusia jangan sampai ada kesombongan sedikitpun, dan jangan sampai kita ini melakukan sesuatu yang tidak bermanfaat dan tidak ada gunanya sama sekali. Dan kita harus menyadari bahwa penentu kehidupan ini adalah Allah. Artinya pengaruh Allah atas kehidupan kita selama kita tinggal di dunia ini adalah sangat besar sekali. Kita sebagai manusia hanya diwajibkan dan disuruh berusaha untuk beribadah saja.

Adapun jika manusia merasa bahwa manusia merupakan penentu kehidupan, maka pertanyaan yang paling mendasar adalah “maka hidarilah kalian dari kematian, jika memang kalian merupakan penentu kehidupan”. Penentu kehidupan tetap saja Allah, manusia sebenarnya hanya diberi beban oleh Allah agar selalu beribadah kepada saja. Adapun makanan, denyut jantung, fungsi kerja mata, hidung, telinga, tenggorkan, dan organ-organ tubuh lainnya adalah tanggun jawab Allah fungsi kerjanya. Dalam mencari penghidupanpun tetap saja ditujukan agar manusia selalu ingat Allah dan selalu beribadah kepada Allah.