Kondisi Hidup di dunia tergantung nasib, kondisi hidup di akherat tergantung Amal

Hidup di dunia ini tergantung nasib. Misalnya, orang yang tidak pernah belajar, bisa jadi hidupnya enak dan kaya raya, akibat dari orang tuanya kaya. Tidak ada korelasi linier antara orang pandai dan kerja keras, dengan upah atao kemewahan. Bisa jadi orang yang lebih malas, hidupnya lebih mewah atau lebih berkecukupan dibandingkan dengan orang yang kerja keras dan pandai, Begitu pula tidak setiap proyek itu datang kepada orang-orang yang memang ahli pada bidang tersebut, tetapi proyek itu datang karena ada temen dekatnya yang sedang jadi pejabat.
Peringatan Allah, UNTUK URUSAN MANUSIA DENGAN DUNIA, manusia diminta untuk memperhatikan nasib seperti ini. (Surat Al-Qashsash ayat 77). Nasib baik, untuk kehidupan di dunia ini harus diperhatikan, karena nasib sering kali tidak tergantung dari latar belakang keilmuan, kepandaian dan amal, tetapi lebih tergantung kepada yang namanya NASIB.
Jangan sampai manus hidup di dunia ini, mendekati hal hal yang menyebabkan bernasib buruk. Nasib buruk tidak ada sangkut pautnya dengan amal manusia, tetapi lebih karena manusia TIDAK MEMPERHATIKAN —- KeMuNGkInAn — yang bakal terjadi. Nasib di dunia sekali lagi, harus diperhatikan akan KEMUNGKINAN yang terjadi. Karena bisa jadi itikad baik dan usaha baik, justru akan mendapatkan kesialan. Contohnya adalah, orang yang bersih dan tidak mau korupsi, bisa jadi bernasib sial di lingkungan orang-orang kurup, karena dikucilkan dan akhirnya tidak dapat bagian, dan hidupnya bisa jadi malah penuh dengan utangan. Orang yang seperti ini, sebaiknya harus mengambil nasib, ketempat lain, yang lebih aman karena bumi Allah ini luas. Sementara orang-orang yang korup dan salah, malah bernasibnya baik dan disanjung masyarakat karena kaya dan lingkungan terkondisikan seperti itu.
Untuk kondisi di akherat sama sekali tidak ada sangkut pautnya dengan nasib. Kondisi di akherat sangat tergantung kepada amal sholih manusia. Kalo amalannya di dunia baik dan benar, akan mendapat upah yang tepat yaitu syurga, sedangkan jika amalannya di dunia buruk dan salah, akan mendapatkan upah yang tepat pula, yaitu siksa neraka.
Nasib di dunia sekali lagi, harus diperhatikan akan KEMUNGKINAN yang terjadi. Sedangkan untuk urusan akherat, tidak ada nasib-nasiban, untuk urusan akherat harus diusahakan dengan sungguh-sungguh, urusan akherat HANYA tergantung amal usaha manusia.

Tulisan ini terinspirasi dari syurat Al-Qashash ayat 77.
Ayat tentang Nasib dan usaha

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: