Saat malam

Bagi setiap manusia yang tinggal di dunia ini, pasti akan memiliki akhir dari kehidupannya. Sebagai khalifah fil-ard, manusia dituntut untuk mengukir kehidupannya di bumi ini. Jangka waktu mengukir kehidupan ini ada batasnya, serta ada batas kemampuan yang dimiliki, serta ada aturan-aturannya, agar ukirannya indah dan bermanfaat serta mendapat ridho sang KHALIQnya.

Dalam kehidupan di dunia ini tentu akan mengalami kehidupan malam dan siang. Jika malam (dalam arti sesungguhnya atau kiasan) dunia akan nampak gelap, pandangan kearah bumi tak terlihat jelas, aktivitas kehidupan seperti perkantoran atau pertokoan pada tutup, jarang teman dijumpai, banyak manusia terlelap tidur dan kedinginan. Hanya pandangan kearah langit akan nampak cerah dengan bulan dan bintang. Bintang simbung berkelap-kerlip dan bulan memberikan cahayanya walau tidak mampu untuk menjadikan dunia nampak terang. Saat-saat inilah, saat manusia untuk mengkoreksi dan menyerahkan segala kehidupan kepada TUHANnya dengan cara sujud dan ruku’ sambil memohon ampun kepadaNYA, serta memohon petunjuk kepadaNYA. Kehidupan malam akan nampak terang gemerlapan, ketika dalam kehidupan malam ini manusia mampu berkomunikasi dan menyibukkan diri berurusan dengan sang MAHA GHAIB dengan cara sujud, ruku’ sambil memohon ampunan dan petunjuk kepadaNYA. Jika hal yang terakhir ini dilakukan, walau dunia nyata gelap, tetapi dunia hati akan nampak terang benderang.

Itulah yang seharusnya dilakukan, saat-saat malam digilirkan kepada salah satu diantara manusia …

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: