Pribadi suci itu, akan memancarkan perbuatan suci, perbuatan suci akan mencerahkan diri dan lingkungan

Pribadi-pribadi yang suci itu hanya dapat diwujudkan dengan menjalan perintahNYA dengan ichlas dan tuntas

Pribadi-pribadi yang suci hanya dapat diwujudkan melalui proses pensucian hati/jiwa dan badan.Proses pensucian hati/jiwa dilakukan dengan cara memohon ampun kepadaNYA.  Sedangkan proses pensucian badan dilakukan melalui  mandi, dan dijaga dengan wudhu.

Pada intinya, hati/jiwa kotor hanya bisa dibersihkan dengan cara memohon ampun kapadaNYA. Sedangkan untuk badan/raga yang kotor hanya bisa dibersihkan dengan mandi dan dijaga kebersihannya selalu dengan menjaga wudhu.

Dengan terwujudnya pribadi2 yang suci, akan memancarkan perbuatan-perbuatan yang suci. Perbuatan yang suci akan  mencerahkan kehidupan bagi dirinya dan lingkungannya. Dalam pribadi-pribadi yang suci, akan semakin memudahkan dalam menjalakan semua perinah dan larangan dari Allah. Dan perintah dan larangan dari Allah, merupakan suatu hukum alam untuk memuliakan manusia baik di dunia maupun di akherat.

Ya Allah ampunilah kami, hapuskanlah dosa2 kami, masukkanlah kami dalam hamba2MU yang ENGKAU sucikan. Amin ya rabbal alamin

Iklan

Jangan mendzalimi diri sendiri

ALLAH berfirman dalam surat Al-Baqarah ayat 22 bahwa buah-buahan yang ditumbuhkan itu asal muasalnya berasal dari adanya sistem siklus air hujan. Sungguh karena adanya sistem siklus air hujan itulah, apa yang manusia makan diwujudkan. Betapa berharganya air untuk kelangsungan kehidupan manusia. Katanya 70 persen dari tubuh manusia itu terdiri dari air.

Demikanlah Allah membuat sistem kehidupan dipermukaan bumi ini melalui perantaraan air. Mari kita jaga ekosistem air, agar air tersebut tidak tercemar sehingga air tersebut mampu untuk menumbuhkan kehidupan. Jika air dicemari, bisa jadi air tersebut tidak akan mampu lagi untuk menjadi perantara kelangsungan kehidupan di muka bumi ini. Dalam surat lain diperingatkan bahwa “Bukan karena Allah yang mendzalimi hamba2NYA, tetapi hamba2NYA lah yang mendzalimi dirinya sendiri”.