Membaca AlQuran dengan perasaan

AlQuran diturunkan oleh Sang Pencipta Alam dengan penuh kasih sayang kepada manusia. Oleh karena itu tidaklah mengherankan hampir semua surat pada AlQuran dimulai dengan bismillahirrachmanirrachim, yang bermakna bacalah atas nama Allah yang memiliki kasih sayang sejati dan yang sangat menyayangi.
Allah itu amat sangat sayang kapad manusia, AlQuran diturunkanpun diberikan kepada manusia dengan penuh kasih sayang pula. AlQuran merupakan bukti tanda kasih sayang sang Pencipta Alam kepada manusia. Oleh karena itu, sudah selayaknyalah ketika manusia membaca AlQuran, manusia harus membacanya dengan perasaan, dan harus berusaha untuk mewujudkan perasaan bahwa ayat-ayat yang dibacanya merupakan ayat-ayat yang penuh kasih sayang dan cinta Sang Penguasa Alam kepada umat manusia.
Tetapi yang menjadi pertanyaan adalah sudahkan kita mampu merasakan bahwa AlQuran itu merupakan ayat-ayat cinta dari Sang Pencipta Alam kepada Umat manusia….

Iklan

Alasan mengapa kita harus menghafal AlQuran

Ada alasan penting mengapa kita harus AlQuran
1. Karena mengikuti nabi Muhammad, salah satu hadits yang paling shohih adalah nabi hafal AlQUran
2. Untuk bekal sholat menghadap Allah
3. UNtuk menyakinkan diri dan selalu memahami perintah, larangan dan pesan-pesan Allah bahwa kehidupan selalu merujuk kepada ALQuran
4. AlQuran adalah dari Allah, tentu Allah akan sangat senang sekali jika pesan2 dari Beliau kita baca berulang2 hingga hafal.
5. AlQuran adalah petunjuk kehidupan, jika kita telah hafal dan selalu mengulang-ulang bacaan AlQuran mudah2an kehidupan kita terkoresi sehingga sesuai dengan ALQuran.
6. Mengisi waktu luang, dan merenungi kehidupan dengan bercermin dengan AlQUran.

Dan lain-lain. Jujur saja, jika AlQuran bukan dari Allah tentu kita tidak mau menghafal dengan serius dan penuh kesungguhan.

Tanggap thd ayat-ayat AlQuran

AlQuran barangkali dapat diibaratkan status dari Sang Pencipta Alam. Yang barangkali. diharapkan oleh Sang Pencipta Alam agar ditanggapin oleh manusia, baik dengan like atau komentar/tanggapan atau respon. Barangkali, jika semakin ditanggapi secara positif, maka Sang Pencipta Alam akan semakin senang.

Berbagai tanggapan, kritik dan saran dari orang lain, sering kali ditanggapi secara reaktif dan cepat bahkan emosional. Baik di dunia virtual, sepeti di jejaring sosial facebook, atau di alam nyata. Padahal AlQuran itu jika dicermati, perlu kiranya untuk diberikan tanggapan, komentar, like dan saran atau apapun namanya agar manusia responsif atau peka terhadap ayat-ayat AlQuran. Bentuk responsif terhadap ayat-ayat AlQuran misalnya segera tanggap, memberi tanggapan, banyak dibaca berulang-ulang, ditakuti, ditangisi atau ditanggapin apapun bentuknya. Tetapi yang menjadi pertanyaan adalah sejauhmana manusia responsif terhadap ayat-ayat AlQuran. Haruskah ayat-ayat AlQuran dicuwekin, sementara kata-kata orang di facebook misalnya, ditanggapi dan dibaca berulang-ulang dengan mengabaikan status sebuah kitab suci yang sangat mulia sekali yang namanya AlQuran.
Status Tuhan dalam kitab suci AlQuran perlulah untuk dibaca, ditanggapin, diulang-ulang, dibuka tutup sesering mungkin seperti layaknya orang pada facebookan atau apapun namanya.
Barangkali seperti itulah menanggapi dan responsif terhadap status Sang Pencipta Alam, semoga 4JJI meridhoi. Amin

Kondisi Hidup di dunia tergantung nasib, kondisi hidup di akherat tergantung Amal

Hidup di dunia ini tergantung nasib. Misalnya, orang yang tidak pernah belajar, bisa jadi hidupnya enak dan kaya raya, akibat dari orang tuanya kaya. Tidak ada korelasi linier antara orang pandai dan kerja keras, dengan upah atao kemewahan. Bisa jadi orang yang lebih malas, hidupnya lebih mewah atau lebih berkecukupan dibandingkan dengan orang yang kerja keras dan pandai, Begitu pula tidak setiap proyek itu datang kepada orang-orang yang memang ahli pada bidang tersebut, tetapi proyek itu datang karena ada temen dekatnya yang sedang jadi pejabat.
Peringatan Allah, UNTUK URUSAN MANUSIA DENGAN DUNIA, manusia diminta untuk memperhatikan nasib seperti ini. (Surat Al-Qashsash ayat 77). Nasib baik, untuk kehidupan di dunia ini harus diperhatikan, karena nasib sering kali tidak tergantung dari latar belakang keilmuan, kepandaian dan amal, tetapi lebih tergantung kepada yang namanya NASIB.
Jangan sampai manus hidup di dunia ini, mendekati hal hal yang menyebabkan bernasib buruk. Nasib buruk tidak ada sangkut pautnya dengan amal manusia, tetapi lebih karena manusia TIDAK MEMPERHATIKAN —- KeMuNGkInAn — yang bakal terjadi. Nasib di dunia sekali lagi, harus diperhatikan akan KEMUNGKINAN yang terjadi. Karena bisa jadi itikad baik dan usaha baik, justru akan mendapatkan kesialan. Contohnya adalah, orang yang bersih dan tidak mau korupsi, bisa jadi bernasib sial di lingkungan orang-orang kurup, karena dikucilkan dan akhirnya tidak dapat bagian, dan hidupnya bisa jadi malah penuh dengan utangan. Orang yang seperti ini, sebaiknya harus mengambil nasib, ketempat lain, yang lebih aman karena bumi Allah ini luas. Sementara orang-orang yang korup dan salah, malah bernasibnya baik dan disanjung masyarakat karena kaya dan lingkungan terkondisikan seperti itu.
Untuk kondisi di akherat sama sekali tidak ada sangkut pautnya dengan nasib. Kondisi di akherat sangat tergantung kepada amal sholih manusia. Kalo amalannya di dunia baik dan benar, akan mendapat upah yang tepat yaitu syurga, sedangkan jika amalannya di dunia buruk dan salah, akan mendapatkan upah yang tepat pula, yaitu siksa neraka.
Nasib di dunia sekali lagi, harus diperhatikan akan KEMUNGKINAN yang terjadi. Sedangkan untuk urusan akherat, tidak ada nasib-nasiban, untuk urusan akherat harus diusahakan dengan sungguh-sungguh, urusan akherat HANYA tergantung amal usaha manusia.

Tulisan ini terinspirasi dari syurat Al-Qashash ayat 77.
Ayat tentang Nasib dan usaha

Menghafal AlQuran

Sebenarnya dan memang begitu adanya bahwa AlQuran itu mudah untuk dihafalkan. Ada syarat untuk menghafalkan AlQuran, pertama metodanya harus cocok, dan yang lebih penting lagi adalah memohon pertolongan sama Allah serta menjaga perbuatan agar selalu dijalan Allah yaitu jalan yang mulia yang tidak ada cacat dan cela.
Berikut ini metoda untuk menghafal AlQuran, yang barangkali cocok untuk dipakai yaitu
1.Bacalah sekali, kemudian bayangkan huruf-hurufnya dan arti serta maknanya, kemudian diulang-ulang hingga 20-50 kali dengan tanpa melihat.
2.Jika tidak mampu menghafal satu kata maka hafalkanlah satu huruf, dan diulang 20-50 kali
3.Jika mampu menghafal satu kata atau lebih misalnya 2 atau 3 kata, maka lakukanlah dan ulangilah dengan tanpa melihat sebanyak 20-50 kali.
4.Yang terpenting, sekali baca dan mampu melihat dengan bayang-bayang huruf-hurufnya serta mengerti terjemahannya. Dan ini yang diulang-ulang sampai pas betul bacaan dan bayangan huruf-hurufnya serta arti terjemahannya.
5.Jika telah mampu menghafal satu frase, yaitu kumpulan beberapa kata yang membentuk suatu makna, maka lakukanlah dengan membayangkan tulisan ayat2nya dan ulang hingga 20-50 kali dengan tanpa melihat frase tersebut.
6.Kemudian jangan menambah hafalan kalau yang lalu belum hafal betul.
7.Jika ingin menambah hafalan, yakinkan bahwa hafalan yang sudah dilakukan tidak tercecer dan lupa, baru setelah itu tambah hafalan berikutnya.
8.Dan usahkankan dengan penuh janji dan kewajiban untuk melakukanlah hafalan AlQuran setelah sholat atau sebelum sholat, katakanlah setengah jam waktu mengulang dan menambah hafalan.
9.Ulangi-ulangi setelah atau sebelum sholat, jika yakin sudah hafal maka tambahkanlah.
10.Jika ini dilakukan secara pelan-pelan hati-hati, kontinyu (terus menerus), hafalan AlQuran akan semakin cepat dan suatu saat akan hafal seluruh isi kandungan AlQuran.
11.Perlu ditekankan, niatkan yang penting mengulang, bukan menambah. Menambah jika memang benar-benar yang lama sudah hafal baik ucapan atau bentuk huruf-huruf penyusunnya.
12.Insya Allah setelah beberapa lama, satu halaman ALQuran dapat dihafalkan dalam hitungan menit atau jam. Dan akhirnya seluruh AlQuran dapat dihafalkan dengan mudah.
13. Dan jangan lupa gunakan waktu-waktu luang untuk menghafal dan mengulang-ulang bacaan AlQuran.

AlQuran dapat dihafalkan dalam satu, dua, tiga tahun. Dan lima tahun adalah batas standard yang mesinya harus sudah hafal bagi yang benar-benar serius menghafal AlQuran. Walaupun demikian, waktu ini akan sangat bervariasi, tergantung dari keseriusan. Jika lebih dari 5 tahun tidak hafal juga, maka tidak serius atau tidak meminta pertolongan Allah atau tidak menggunakan metoda pengulangan yang tepat.

Alhamdulillah, Sang Pencipta Alam selalu menemani

Dalam cukilan surat Al-Hadiid ayat 4, tertulis

“dan DIA selalu bersamamu dimana saja kamu berada”.

Cukilan surat ini mengandung makna yang sangat luar biasa dalam kehidupan manusia. Pertama kita selalu ditemani Allah, sungguh diproteksi secara sangat kuat sekali. Kemudian alangkah ruginya, jika sang Maha Hebat yang selalu menemani kita, kemudian kita diamkan saja, tidak dimantain pertolongan, tidak dipuji, tidak kita rayu dan seterusnya. Sungguh kebanyakan manusia tidak menyadari bahwa Allah selalu menemani manusia dimana saja mereka berada. Lha kalo sudah ditemani oleh Sang Pencipta Alam, kan berarti dapat perlindungan yang sangat kuat sekali?… Cuma sayang, jika Allah yang selalu menemani umat manusia, tidak diperlakukan dengan baik oleh manusia, sehingga Allah selalu marah kepada manusia. Lha kalo yang menemani itu selalu marah apa tidak mengerikan ???, bukankah yang marahi tersebut adalah Zat yang sangat luar biasa siksanya.
Suatu renungan … haruskah Sang Protector tersebut kita cuekin aja… tentu sangat rugi besar …. yang menemani kita… harus selalu kita perlakukan dengan sebaik-baiknya, harus selalu kita hormati …. harus selalu kita puji … .

Langkah yang harus ditempuh dalam mendalami AlQuran

Jika tidak mendapatkan petunjuk dan hidayah dari Allah, mendalami dan mengkaji ayat AlQuran itu susah, berat dan rumit. Padahal kata Allah dalam AlQuran, bahwa AlQuran itu diturunkan (dengan bahasa) agar manusia mendapatkan kemudahan dalam mendalaminya. Oleh karena itu, agar kita-kita dapat mendalami, mengkaji AlQuran dengan mudah, ringan, dan sederhana maka kita-kita harus selalu 1. memohon ampun kepada Allah, 2. memohon dibersihkan dari Dosa, 3. selalu berusaha untuk mempersiapkan diri dalam menerima ajaran AlQuran dengan membuka lebar2 telinga kita, mata kita, dan fikiran kita. 4. Selalu berusaha baik suka ato duka untuk mendalami, mengkaji dan mengamalkan ajaran AlQuran.
Akhirnya Insya Allah hasilnya akan baik.