Menulis apa yang akan dilakukan dan apa yang telah dilakukan

Aktivatas-aktivitas penting itu harus tercatat dengan baik. Aktivitas penting yang berisiko atau memiliki dampak fatal harus ditulis secara baik. Sebagai contoh adalah aktivitas melakukan backup server, atau melakukan backup harddisk server atau mengcopy hardis server.

Hal penting yang harus dilakukan adalah mengisi form, jika formnya belum ada maka formnya harus dibuat terlebih dahulu. Adapun formnya mencakup

  1. Judul
  2. Tanggal
  3. Maksud dan tujuan
  4. Rencana Lama Pengerjaan
  5. Latar belakang
  6. rujukan / standard / prosedur yang sudah dilakukan
  7. langkah-langkah yang harus dilakukan
  8. hasil
  9. Catatan penting atau catatan tambahan

 

Dalam rujukan ada beberapa hal penting

  1. Pengalaman yang pernah dilakukan
  2. Standard perintah-perintah yang akan dilakukan
  3. Prosedur yang pernah dilakukan
  4. Jika baru pengalaman yang pertama, maka perlu dilakukan pengujian terjahadap standard dan prosedur yang akan dilakukan

 

Form-form seperti ini harus dibukukan secara rapi, dan harus dicatat dalam logbook. Jika tidak maka disuatu saat nanti akan terjadi kepusingan atau permasalah yang rumit, atau bahkan menghadirkan kebuntuhan maupun kefrustasian.

 

Iklan

Install EPSON STYLUS TX101 pada LINUX

Tulisan ini merupakan upgrade dari tulisan sebelumnya yaitu cara menginstall driver printer Epson TX 101, karena ada pertanyaan berkaitan dengan mengistall printer-scanner pada LINUX.

Source yang sangat berharga sekali adalah alamat berikut ini :

http://www.avasys.jp/lx-bin2/linux_e/scan/DL1.do

Baca lebih lanjut

Install EPSON Stylus TX101 pada Linux fedora

Berikut ini langkah-langkah untuk menginstall printer scanner EPSON Stylus TX101 di LINUX. Saya telah mencoba dengan menggunakan fedora dan sukses. berikut ini langkah-langkahnya… barangkali dapat bermanfaat.

1. Browsinglah ke web dengan URL <http://avasys.jp/english/linux_e/&gt;
adapun file yang di browsing adalah
http://www.avasys.jp/lx-bin2/linux_e/spc/DL1.do

2. kemudian pilih menu yang berisi pilihan sebagai berikut
Epson Stylus NX100/SX100/TX100/TX101/TX105/TX106,Epson ME 300

3. kemudian pilihlah Linux yang digunakan, serta lokasi dimana kita berada
4. Koneksi yang kita perlukan scan plus printer atau printer saja
baik pakai server atau pakai komputer lokal
4. kemudian downloadlah file
pips-snx100-debian4.0-3.3.0-CG.tgz (untuk pakai debian)
pips-snx100-Fedora9-3.3.0-CG.tgz (untuk fedora)
linux yang lain tinggal pilih aja ….
( # pips-<printer>-<distribution>-<keys>-<version>.install)
5. kemudian download juga file iscan-data_1.5.0-0.tar.gz
5. kalo mau manualnya bisa di download sekalian
6. kemudian bukalah file yang didownload tersebut caranya, masuklah sebagai superuser
$ su
jika menggunakan ubutuntu lakukan
$ sudo bash

kemudian file tersebut di extraxt dengan menggunakan perintah berikut
(jika anda menggunakan fedora)… jika menggunakan yang lain silahkan dirubah sendiri

# tar xfz pips-st20-Fedora9-3.3.0-CG.tgz

7. Kemudian installah filenya dengan perintah berikut
# ./pips-st20-Fedora9-3.3.0-CG.install
8. Restart CUPS
# /etc/init.d/cups restart
9. Untuk scanner jalankan perintah berikut :
tar iscan-data_1.5.0-0.tar.gz
10. Jalankan seperti diatas.
11 Good luck

9. Kemudian misalnya untuk fedora
[Fedora 9 GNOME]
(1) Dari menu Linux, Pilih [System] – [Administration] – [Printing].
(2) Pilih Printer.
(3) Pilih pilihan tombol “Change” untuk the Device URI.
(4) Pilih “Epson Stylus TX101 USB #1”
(5) Diikuti “Apply”.

10. Sekarang cobalah untuk test print

Semoga berhasil

Serba Instant

Sekarang ini jamannya serba instan. Harena hampir semua persoalan IT dapat diselesaikan secara cepat sambil minum kopi. Hal ini karena telah banyak kasus-kasus IT  diselesaikan secara bersama-sama oleh seluruh orang seluruh dunia melalui proyek besar open source.

Banyak orang telah merasakan manfaat dari proyek besar open source. Banyak sekali persoalan-persoalan yang dihadapi oleh seseorang tentang masalah yang berhubungan dengan IT, dapat diselesaikan secara cepat sekali dan instan. Hal ini karena adanya proyek besar open source yang dikerjakan secara keroyokan oleh banyak orang yang berada pada berbagai belahan bumi dan disatukan melalui internet.

Nah sekarang yang menjadi pertanyaan adalah apakah kita tidak berusah untuk ikut-ikutan terlibat dalam penggunaan open source?. Banyak hal telah diselesaikan dalam proyek besar open source ini, semuanya dibuka dengan sedapat mungkin seterbuka mungkin dengan tidak ada satupun ada yang dicoba untuk dikunci, agar semua orang dapat menikmati dan menggunakannya.

Alangkah ruginya jika kita (saya dan sampean) tidak ikut terlibat atau mampu menggunakan hasil dari proyek besar open source.

IT saat sekarang ini sudah bukan lagi dikembangkan dan dinikmati orang informatika saja, tetapi sudah oleh semua orang yang ingin terlibat dan andil dalam ambil bagian untuk membantu mempermudah manusia selama tinggal di bumi ini.

Mengapa kita Perlu DataBase

Database harus dibuat dengan tujuan untuk memudahkan pengolahan data. Data harus mudah untuk dilihat, dipakai dan diamalkan. Dengan menggunakan database akan memudahkan dalam mencari dan mengolah data tentunya. Jika database dibuat dengan tidak mampu untuk digunakan dalam memberikan kemudahan dalam melakukan pengolahan data, maka database yang dibuat tersebut tentu tidak bermanfaat tentunya.
Banyak orang gagal membuat database, yang akhirnya mengakibatkan kegagalan dia sendiri dalam melakukan kehidupan.
Database harus dibuat dengan rapi, dan database harus dibuat dengan mengacu kepada kondisi riil yang sesungguhnya terjadi. Jangan sampai database yang dibuat, merupakan database yang asal data di inputkan serta formatnya juga tidak sesuai dengan kondisi yang ada di alam riil.

Membangun Database

Untuk mengawali bangunan database yang pertama kali harus dibuat, sebagaimana disebutkan diatas, adalah membangun berapa kamar yang akan dibuat berikut fungsi serta apa saja isi dari masing-masing kamar tersebut. Masing-masing kamar dapat berdiri sendiri. Adapun kamar satu dengan kamar lain dapat saling berhubungan secara fungsi untuk membangun sistem yang lebih komplek.
Masing-masing kamar memiliki karakter, adapun karakter yang pertamanya adalah nama dari karakter tersebut kemudian berikutnya merupakan sifat dari karakter yang dibangunya. Adapun field yang ada pada suatu kamar dikenal dengan nama barangnya (field yang pertama) dan propertiesnya (field-2 berikutnya). Dalam satu kamar, masing-masing barang yang ada didalamnya adalah memiliki jumlah dan macam karakter yang sama.
Adapun yang termudah dalam menentukan bangunan database adalah dengan melihat posisi, tempat dan karakter sesungguhnya. Jangan sampai membuat database dengan cara mengarang dan menaruh karakter sembarangan. Karena akibatnya akan pusing sendiri. Karakter yang akan dimunculkan harus dimunculkan pelan-pelan atau sedikit demi sedikit. Jangan sampai membangun database untuk pertama kali dengan membangun karakter yang rumit-rumit. Karena bisa jadi karakter yang dibangun secara sembarangan tersebut tidak diperlukan. Karakter yang tidak diperlukan jangan sampai dimasukkan dalam database.

Memulai Membangun Database

Untuk membuat desain database yang baik, maka anda harus membangun dan mengembangkan database secara pelan-pelan. Jangan sampai anda terlampau serakah untuk membungun ruangan, sementara ruangan yang anda bangun tersebut sebenarnya bukan merupakan ruangan yang anda perlukan. Jika kondisinya demikian, bisa jadi anda malah takut dalam menggunakan database tersebut, karena banyak ruangan-ruangan angker yang kosong. Ruang kosong dalam database ibarat tempat angker yang akan membuat penghuninya ketakutan dalam menggunakan database tersebut.
Membangun suatu sistem database dapat diibaratkan dengan membangun suatu komplek perumahan. Atau mungkin yang lebih kecil lagi adalah membangun suatu rumah. Dalam membangun suatu rumah yang terutama harus dipikirkan adalah kekuatan dari ruangan dan yang kedua adalah fungis dari masing-masing ruangan yang digunakan untuk rumah tersebut.
Jika membangun database diikut dengan mengibaratkan membangun rumah, maka database yang akan dibangun atau dibuat tersebut akan relatif jauh lebih mudah dalam memikirkannya serta membuatnya. Adapun jika suatu database dibuat dengan tanpa ada sistem yang dirunut, hanya sekedar buat sana-sini dengan tanpa memperhatikan desain kekuatan dan fungsinya, maka bisa diibaratkan database tersebut dapat dijamin akan menjadi sistem yang justru akan tidak bermanfaat.
Jika suatu database akan dibuat pertanyaan yang muncul pertama kali adalah kira-kira ada berapa kamar yang akan dibuat?, kemudian masing-masing kamar apa saja fungsinya masing-masing. Tentu setiap sistem database satu dengan sistem database ditempat lain akan berbeda-beda. Tidak ada sistem database yang terbaik, karena sistem database yang cocok dipakai pada suatu tempat belum tentu cocok untuk dipakai pada tempat lain.