Sudah Menjadi keharusan seorang Muslim untuk Menguasai Otomatisasi dan Kontrol

Orang Islam harus menguasai otomatisasi. Karena otomatisasi ini, secara tidak tersirat sudah disarankan oleh Sang Pencipta Alam. Tugas manusia adalah beribadah kepada Sang Pencipta Alam. Setiap manusia harus sibuk kepada Sang Pencipta Alam, bukan sibuk kepada dunia. Boleh setuju atau tidak, bahwa manusia diminta oleh Sang Pencipta Alam untuk setiap saat dan setiap waktu sibuk kepada NYA, dengan cara mengahamba kepada Sang Pencipta Alam.

Oleh karena itu, agar kita sibuk kepada Sang Pencipta Alam, kita harus menerapakan otomatisasi dalam berinteraksi dengan dunia. Dengan menerapkan otomatisasi dalam berinteraksi dunia, maka waktu kita akan tercurah untuk beribadah dan menghamba kepada Sang Pencipta Alam. Untuk dapat menguasai otomatisasi ini ada 3 komponen penting yang harus kita kuasai yaitu :

  1. Power
  2. Sensor
  3. Kontrol

Power merupakan tenaga yang diberikan oleh Allah kepada manusia. Tenaga tersebut disediakan oleh Allah di alam ini, Tenaga tersebut dapat berupa tenaga matahari, tenaga Air, tenaga uap dan seterusnya. Tenaga-tenaga tersebut harus mampu dimanfaatkan oleh manusia. Tenaga-tenaga yang disediakan oleh lewat alam ini, umumnya oleh manusia dimanfaatkan dengan cara merubah tenaga alam menjadi tenaga listrik, kemudian dari tenaga listri dirubah menjadi berbagai tenaga lain seperti tenaga gerak, tenaga panas dan seterusnya.

Sosor merupakan peralatan yang harus dirangkai manusia agar manusia mampu meraba dengan lebih teliti dan lebih baik dibandingkan indra manusia. Sensor tersebut dapat berupa sensor suara, sensor jarak, sensor panas, sensor warna, sensor tegangan listrik dan seterusnya. Sensor-sensor ini penting untuk digunakan akan manusia mampu mendapatkan informasi dan mengatur informasi yang ada di alam ini agar sesuai dengan keinginan manusia.

Kontrol merupakan peralatan dan program yang harus dilakukan manusia agar manusia mampu mengatur apa yang dikehendakinya agar sesuai dengan kebutuhan manusia, seperti menjaga agar temperatur selau 20 derajat selsius dan seterusnya. Dengan pengontrolan manusia akan mampu mengelola alam dengan lebih baik lagi.

Tentunya semua ini hanya akan terjadi atas izin Allah.

Jika seorang muslim mampu menguasai otomatisasi maka akan semakin memudahkan dirinya untuk menyibukkan dirinya dengan beribadah lkepada Allah.

Marilah kita menjadi seorang ahli Otomatisas dan mampu menerapkan otomatisasi, agar kita mampu menerapkan otomatisasi tersebut untuk membantu kita selama kita tinggal di dunia ini, agar kita tidak sibuk dengan dunia, tetapi sibuk kepada Allah.

 

Iklan

Mendalami masing2 ayat

Untuk mendalami suatu ayat diperlukan dua kriteria, pertama rujukannya, yang kedua adalah implementasinya bahwa ayat tersebut sebagai petunjuk kehidupan dan sebagai obat.

Ketika kita membaca kitab suci, maka  rujukkan yang perlum kita rujuk adalah Al-Faatihah. Jika kita membaca kitab suci kemudian kita rujukkan kepada Al-Faatihah maka pemahaman kitab suci tidak akan melenceng dari tujuan dari penurunan kitab suci itu sendiri. Isi dari rujukan kitab suci tersebut berisi beberapa point penting

  1. Bahwa Sang Pencipta Alam itu maha rahman dan rahim
  2. Bahwa Sang Pencipta Alam itu perlu kita puji dan kita rayu
  3. Bahwa Sang Pencipta Alam itu satu-satunya raja dan penguasa seluruh semesta alam  dari awal sampai waktu yang tidak ada akhirnya
  4. Bahwa manusia itu perlu mendekat dan berbaik-baikkan kepada Sang Pencipta Alam serta perlu selalu memohon pertolonganNYA
  5. Bahwa manusia itu perlu mohon kepadaNYA agar mendapatkan kasih sayang dan jamuan sebaik-baiknya baik selama tinggal di dunia maupun diakherat kelak
  6. Serta dijauhkan kemarahNYA serta dijaukan dari kesesatan yang menyebabkan hidup di dunia sulit dan di akherat lebih sulit lagi.

Ayat-ayat Al-Quran baru akan terasa sempurna jika kita amalkan dan kita implementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Maka ketika membaca suatu suatu ayat maka pikirkanlah dengan merujuk pada Al-Faatihah, dan kemudian diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari, sehingga akan terasa manfaat dari suatu ayat yang diturunkan oleh Sang Pencipta Alam.

Selamat mencoba !!!

Jangan berbuat tanpa rujukan dan petunjuk

Jangan berbuat tanpa rujukan. Kata ini kelihatan remeh, tetapi mengandung arti yang sangat luas. Bahwa ketika kita melakukan sesuatu tanpa petunjuk atau rujukan, maka akan beresiko tersesat. Oleh karena itu, marilah kita melakukan sesuatu dengan menggunakan petunjuk.
Kemudian hal lain yang perlu diperhatikan pula bahwa ketika kita telah mendapatkan informasi maka tulislah informasi tersebut, agar informasi tersebut dapat dipakai sebagai bekal kita supaya kita tidak tersesat.
Mengapa informasi itu perlu kita tulis, karena informasi tersebut tidak selamanya ada ketika kita memerlukannya atau tidak selamanya dengan mudah kita temukan dikala kita mencarinya. Oleh karena itu, supaya tidak tergantung pada sang pemberi informasi, maka marilah kita tuliskan informasi-informasi penting, yang barangkali suatu saat nanti akan kita gunakan.
Selain itu hal lain yang perlu dicatat bahwa ketika kita melakukan sesuatu dan selalu salah atau menghasilkan produk gagal, maka besar kemungkinan kita akan frustasi bahkan akan menimbulkan kemalasan….
Dari mana kita mendapatkan informasi tersebut, pertama dari kehidupan di alam ini yang secara tidak sengaja kita temukan atau kita lewati, kedua dari pengamatan dan pencarian.
Tetapi ada rujukan baku yang harus senantiasa kita gunakan yaitu Kitab Suci yang diturunkan oleh Sang Pencipta Alam Semesta

Hati ini hanya untukMU

TUHAN, tidak ada TUHAN selain ALLAH. begitulah makna dari kalimat
لا اله الّا الله
TUHAN adalah tempat manusia mengarahkan hati dan kehidupannya hanya untukNYA. Jika manusia mengarahkan hati dan kehidupan kepada tuhan lain selain ALLAH, dijamin bahwa manusia tersebut akan mendapatkan kesenangan atau cahaya sedikit, kemudian akan mengalami kegegelapan yang banyak.
Hati manusia harus selalu diarahkan dan diusahakan agar selalu hanya untukNYA. Ketika hati dibagi untuk yang lain selain ALLAH, maka bagian hati yang untuk selain ALLAH itu akan cepat atau lambat menjadi penyakit hati seperti iri, dengki, cemburu dan sebagainya. Jika hati sudah diarahkan, diusahakan dan dipasrahkan hanya untukNYA, dijamin berbagai rasa penyakit hati akan hilang. InsyaALLAH.

Menyeleraskan aktivitas kehidupan dengan AlQuran

Lama saya merenungi sejak tadi, bagaimana dengan kehidupan yang ku jalani ini. Aku terkaget ketika aku baru sadar bawa AlQuran itu adalah petunjuk kehidupan yang harus selalu dipakai dan diimplementasikan, sehingga kehidupan yang kujalani ini sesuai dan selaras dengan petunjuk yang ada pada AlQuran.
Perenenungan kehidupan, perencanaan kehidupan, aktivitas kehidupan dan evaluasi kehidupan harus selalu dikaitkan dengan pesan-pesan dan petujuk yang ada dalam AlQuran.
Jika makhluk TUHAN yang namanya manusia ini sedang merenungi sesuatu, pertanyaannya adalah apakah yang direnungkan tersebut sesuai dengan AlQuran, dan sesuai dengan yang mana. Karena sesuai itu ada dua, sesuai dengan perilaku orang-orang dulu yang salah yang dicontohkan Allah pada AlQuran, atau sesuai dengan perilaku orang-orang yang dulu yang benar serta diridhoi Allah.
Apapun aktivitas yang dikaitkan dengan AlQuran, tetap haru dimintakan tolong kepada Allah agar iblis dan para setan tidak ikut-ikutan ambil bagian dalam mengkaitan kehidupan yang kita jalani ini.
Sungguh iblis dan setan itu sangat halus dalam mempengaruhi manusia. Maka sudah selayaknya apa yang kita lakukan harus hati-hati pula, serta jangan lupa untuk selalu memohon kepada Allah agar sudi mengawal aktivitas kehidupan yang kita jalani ini….

Hati-hati terhadap Gangguan Iblis

Iblis menggunggu manusia bisa lewat kebaikan atau keburukan. Walau lewat kebaikan atau keburukan, hasil dan maksudnya sama adalah menjerumuskan manusia agar tersesat dari jalan Allah. Oleh karena itu, kehati-hatian terhadap setiap bisikan dan ajakan iblis harus selalu dicermati dengan konsentrasi yang tinggi. Jangan sampai manusia lengah terhadap segala gangguan iblis, yang akibatnya manusia tersesat dari jalan Allah, dan menyesal dengan sebenar-benar penyesalan.
Iblis dan anak cucunya memang sangat ulet sekali dalam menjerumuskan umat manusia. Tetapi jika manusia ichlas, suci dalam mengabdikan diri kepada Allah, gangguan iblis dan anak cucunya akan tidak mempan.
Akan menjadi rugi besar jika manusia sampai tertipu akibat bisikan iblis. Oleh karena itu, agar manusia tidak mengalami kerugian besar akibat ulah iblis dan se-anak cucu dan teman2nya, manusia dituntut untuk selalu memohon proteksi kepada Allah. Kemudian setiap ada kesadaran akan adanya langkah salah atau bisikan iblis/syetan, segera kembali dan memohon pertolongan Allah. Inilah makna dari TAQWA agar kita selalu berhati-hati jangan sampai salah melangkah. Jika manusia sudah masuk kedalam jurang, yang berakibat kaki tangan patah atau bahkan kepala pecah, akan susah mencari obatnya dan recovery nya, atau bahkan tidak mungkin di recovery.

Memahami Pesan-Pesan Pencipta Alam

Pencipta Alam memberikan kepada manusia buku petunjuk berupa AlQuran. Buku petunjuk ini oleh manusia harus dijadikan rujukan dalam menjalani kehidupan selama tinggal di dunia. Kegagalan manusia dalam memahami buku petunjuk dari Sang Pencipta Alam, akan membawa dampak besar akan kegagalan manusia dalam memahami kehidupan di dunia. Kegagalan dalam memahami kehidupan di dunia ini, tentu akan berakibat fatal yaitu kegagalan untuk menggapai prestasi sesungguhnya YANG HARUS DIRAIH SELAMA TINGGAL DI DUNIA.
Baca lebih lanjut